Sabtu, 26 Mei 2012

Dari mana datangnya CINTA ???

Bismillah..

Sebnarnya darimana datangnya cinta..?
Kata banyak orang sih, dari mata turun ke hati. Yakin tuh..? :)

CINTA. Sesungguhnya datang dari Sang Pemilik Cinta.
Sudah yakin kan kalau cinta adalah anugrah dari Allah?, sekarang tinggal kita mempraktekkannya. Orang yang sudah mempraktekkan anugerah cintanya dapat dilihat dari tanda-tanda sebagai berikut: 
Pernah mengagumi seseorang? Pasti pernah. Nah kekaguman itu termasuk tanda2 cinta meski dalam taraf awal. Ketika kita takjub akan kepandaian seseorang, maka kita akan percaya apa yang dikatakan. Ketika kita kagum akan sebuah lukisan, maka kita nggak akan rela kalau lukisan itu rusak.

Begitu juga dengan cinta pada Allah. Pada saat kita mampu mengagumi Allah melalui ciptaan-Nya, maka saat itulah cinta kita sudah mulai bermunculan. Dan bila cinta sudah melekat gula jawa terasa coklat… eh… maksudnya kalau kita sudah cinta sama Allah pasti apapun yang Allah firmankan tak akan pernah kita tidakkan. Kita akan rela mengorbankan apapun agar Allah tidak meninggalkan kita. Ya, nggak?



Itu baru tanda pertama, sedangkan tanda lainnya adalah banyak mengingat, merenungkan, melamunkan apa yang kita cintai. Ketika melihat sesuatu yang berhubungan dengan yang kita cintai pasti kita langsung ingat dan menyebut-nyebutnya. Jika melihat kebesaran Allah kita langsung bilang ‘masyaAllah’, ‘subhanallah’, ‘Allahu akbar’ dan kata-kata lain yang menyiratkan ingatan kita pada-Nya.

Bila kedua tanda di atas sudah terpenuhi, boleh kok dibilang kita sudah sedikit mempraktekkan cinta. Tapi agar cinta yang sudah Allah berikan tidak kita salah gunakan untuk mencintai hal2 yang tidak disukaiNya, maka tempatkanlah cinta pada posisi yang benar.

Manusia cenderung memiliki dua penempatan akan cinta:

Pertama: Adalah orang yang menempatkan cinta berdasarkan nafsu yang lebih mengarah pada keinginan untuk memiliki. INILAH CINTANYA ORANG PACARAN SEBELUM MENIKAH.

Cinta orang seperti ini tentu mudah hilang dan sifatnya fana, karena yang diinginkan biasanya hal2 yang berupa materi, penampilan fisik seperti kecantikan, ketampanan, de el el. Segala hal dilakukan demi mendapatkan kepuasan nafsu semata. Walaupun Allah memang memberi manusia kecintaan akan dunia, harta benda dan wanita, bukan berarti lantas kita bebas membiarkan nafsu kita tanpa mempedulikan kebenaran di hadapan-Nya. Kalau udah gitu apa bedanya kita dengan syetan yang menghalalkan segala cara agar mendapat teman nanti di neraka? Tul gaaakkkkk...?

Kedua: Adalah orang yg menempatkan cinta itu berdasarkan syar’i yang mengarah pada aturan Islam, yang mencintai hanya karena yang dicintai akan dapat mengingatkan kita akan kebesaran Allah.
INILAH CINTANYA ORANG YG PACARAN SETELAH MENIKAH.

Cinta yang nantinya akan jadi penolong di hari yang tidak ada pertolongan selain dari-Nya. Cinta yang benar2 tidak dilandasi nafsu ingin menguasai dan memiliki karena semuanya dilakukan atas dasar ikhlas cinta karena Allah. Cinta semacam ini bersifat abadi. Yang tak akan lenyap ditinggal zaman.

“Cinta itu anugrah maka berbahagialah, sebab kita sengsara bila tak punya cinta. Cobaan pasti datang menghadang, rintangan pasti datang menghujam. Namun cinta itu kan membuatmu mengerti akan arti kehidupan" (Syair Lagu).

Oleh karena itu tebarkanlah cinta karena Allah di bumi-Nya, agar hidup menjadi indah. JANGAN CINTA KARENA NAFSU.
Dan jangan pula khawatir cinta kita akan habis karena memang cinta itu diciptakan berlapis-lapis. Laksana kuku yang tak habis walau sering dipotong. Dan juga karena kecintaan pada Allah ternyata bisa menyelamatkan orang yang mencintai-Nya dari azab-Nya. InsyaAllah.

Barakallahufiikum
Tabassum

Salam,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar